in

10 Bidang Spesialisasi Akuntansi, Calon Akuntan Harus Tahu!

10 Bidang Spesialisasi Akuntansi, Calon Akuntan Harus Tahu! – Generasi milenial masa kini mayoritas memilih jurusan Ekonomi sebagai tujuan menempuh pendidikan kuliah. Di ketahui jurusan Akuntansi merupakan jurusan terfavorit. Namun, sebenarnya apakah anak muda tahu, profesi setelah anda lulus dan mendapatkan gelar S.Ak?

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai Bidang spesialisasi Akuntansi, di mana prospek kerjanya sangat besar. Di karenakan banyak kebutuhan akuntan dan keuangan kedepan, sebab, akan banyak perusahaan baru yang akan bertumbuh, dan di buka.

Bidang Spesialisasi Akuntansi

Jurusan akuntansi merupakan jurusan yang sangat memberikan harapan besar pada mahasiswa lulusannya. Berikut merupakan 10 Bidang Spesialisasi Akuntansi Untuk Anak Akuntansi!.

1. Akuntansi Keuangan

Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan Keuangan

Lulusan dengan pekerjaan akuntansi ini berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan laporan keuangan secara berkala. Laporan keuangan yang disusun untuk kepentingan  pemilik perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan dan manajer.

Laporan keuangan ini juga dipakai oleh menejer sebagai pertanggung jawaban terhadap pemegang saham perusahaan. Laporan keuangan yang di bentuk dan dibuat oleh para Akuntansi keuangan harus menggunakan bahasa yang sama Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Bidang akuntansi keuangan sangat dibutuhkan oleh setiap organisasi khususnya organinsasi besar yang di haruskan membuat laporan keuangan.

2. Audit

Auditing adalah proses pemeriksaan terhadap laporan keuangan. Tugas dan fungsi akuntan publik atau auditor adalah memeriksa laporan dengan cara mengumpukan dan meng – eval bukti yang mendukung catatan keuangan dan catatan akuntansi dan pastinya memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut.

Dalam menjalankan tugasnya, auditor memiliki Standar auditing dan kode etik profesi yang di tetapkan oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia). Bila anda ingin menjadi seorang auditor, setelah menyelesaikan S1 dengan jurusan akuntansi, anda di wajibkan mengikuti pendidikan profesi akuntansi selama 1,5 tahun atau 3 semester.

Untuk memperoleh gelar akuntan dan pastinya mengikuti sejumlah tes, salah satunya Ujian Sertifikat Akuntan Publik. Dan bila anda lulus, anda memiliki gelar BAP atau setara dengan CPA di Amerika Serikat.

3. Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen biasanya menggunakan biaya historis dan biaya taksiran untuk membantu manajemen di dalam menjalankan kegiatan dan perencanaan keuangan. Akuntansi manajemen sering dihadapkan pada masalah pemilihan alternatif tindakan yang paling baik yang harus diambul oleh pengelola perusahaan.

Tidak ada standart akuntansi dalam akuntansi manajemen, mereka bebas menggunakan kreatifitasnya dalam menyusun laporan akuntansi sesuai kebutuhan dan keinginan manajemen.

Baca Juga Di : Tujuan Manajemen Keuangan Perusahaan yang Harus Anda Ketahui

4. Akuntansi Perpajakan

Akuntansi perpajakan lebih fokus pada penyusunan laporan keuangan berdasarkan peraturan perpajakan dan perencanaan transaksi tentunya dengan pertimbangkan efek dalam pembayaran pajaknya.

Mahasiswa yang sudah lulus dan ingin memilih spesialisasi ini, kalian harus memahami dan mengikuti peraturan perpajakan yang berlaku. Karena seorang akuntan perpajakan harus mampu memberikan usulan pemilihan transaksi yang dapat memakai beban pajak terkecil bagi perusahaan (Tentuntya tanpa melanggar peraturan perpajakan).

5. Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya ini adalah bidang akuntansi yang menekankan kepada penentuan dan pengendalian biaya. Bidang ini sering bersangkutan dengan biaya produksi (Pada perusahaan manufaktur).

Fungsi dati seorang akuntan biaya adalah mengumpulkan dan menafsirkan data biaya bagi manajemen untuk tujuan pengendalian perencanaan biaya. Data biaya meliputi data biaya sesungguhnya dan biaya yang akan terjadi.

6. Akuntansi Anggaran

Akuntan yang bekerja di bidang akuntansi anggaran akan sering menyajikan rencana kegiatan keuangan pada periode tertentu melalui catatan. Selain itu, akuntan bidang ini akan menyediakan data perbandingan antara budget (Rencana biaya) dengan realisasi biaya sesungguhnya. Jika terjadi selisih dalam realisasi nya, maka harus di analisis dan di cari sebab terjadi selisihan tersebut.

7. Akuntansi Sektor Publik

Akuntansi sektor ini mencakup wilayah yang luas, yaitu pada wilayah publik. Wilayah publik sendiri meliputi lembaga – lembaga publik (Badan pemerintahan seperti pemerintah daerah, pemerintah pusat, Perusahaan milik negara; BUMN, dan organisasi politik dan organisasi sosial) dan semua lembaga yang fokus pada pelayanan publik.

Dalam pelaksanaannya, peranan akuntan sektor publik dapat di lakukan pihak swasta, namun ada bidang – bidang tertentu yang harus menjadi fungsi pemerintah.

Pertanggung jawaban yang diberikan akuntan sektor publik ini adalah kepada masyarakat dan DPR/ DPRD. Akuntansi pemerintahan adalah bagian dari akuntansi publik.

8. Akuntansi Pemerintahan

Akuntansi spesialis ini biasanya menekankan kepada pencatatan dan pelaporan transaksi dari lembaga pemerintah. Contoh lembaga pemerintah tersebut adalah Rumah Sakit, organisasi politik, masjid, sekolah dan banyak contoh lainnya.

Hal yang perlu di perhatikan dalam bidang yang satu ini adalah adanya peraturan perundang – undangan yang mengikat pada organisasi di atas. Berlaku seperti akuntansi keuangan, dalam melakukan akuntansi pemerintahan harus menggunakan standart dari akuntansi pemerintahan.

BPK adalah salah satu wujud dati mekanisme akuntansi pemerintahan di Indonesia. BPK menjadi auditor eksternal pemerintahan yang bertugas memeriksa laporan keuangan pemerintah.

Bagian yang bekerja dalam internal pemerintah adalah BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), IrJen (Inspektorat Jendral), ItWilProp (Inspektorat wilayah Propinsi), dan BaWasDa (Badan Pengawas Daerah).

9. Akuntansi Sosial

Bidang yang satu ini termasuk bidang terbaru dalam akuntansi. Salah stu tugas dan fungsi akuntan yang bekerja dalam akuntansi sosial misalnya mengukur kepadatan lalu lintas sebagai bagian penentuan pemakaian dana transportasi yang efisien. Tidak hanya menyangkut fasilitas perdagangan saja, namun mempertimbangkan masalah lingkungan juga untuk kebaikan masyarakat.

10. Tata buku dan Akuntansi

Kebanyakan dari orang sering sekali bingung dengan istilah ini. Banyak orang tidak bisa membedakan antara tata buku dengan akuntansi yang jelas – jelas berbeda. Ini di karenakan mereka saling berhubungan dengan erat.

Tata buku sendiri adalah pencatatan data suatu perusahaan dengan cara – cara tertentu. Pemegang buku bertanggung jawab terhadap seluruh penyelenggaraan pencatatan. Sebagian besar pekerjaan dari tata buku ini adalah menyangkut masalah tulis menulis dan secara dapat di capai juga dengan komputer.

Akuntansi sangat bersangkutan dengan masalah perancangan sistem pencatatan dan penyusunan laporan berdasarkan data yang di catat tersebut. Akuntan membimbing dan menilai pekerjaan dari pekerja tata buku atau yang sering di panggil juru buku. Pekerjaan akuntan mungkin mencakup pekerjaan juru buku.

Namun dalam setiap hal, akuntan wajib memiliki tingkat pemahaman, konsep, dan keahlian dalam menganalisa dengan lebih tinggi di bandingkan dengan juru buku.

Baca Juga : Mengenal Jenis – Jenis Laporan Keuangan Dalam Akuntansi

Jadi hubungan juru buku dengan akuntansi adalah juru buku melakukan pencatatan yang kemudian di serahkan kepada akuntan. Catatan ini di gunakan untuk perancangan sistem dan penyusunan laporan. Walaupun akuntan bisa mengerjakannya, namun akan jauh lebih efektif jika ada juru buku tersendiri yang melakukan pencatatan.

Demikian merupakan beberapa prospek kerja dari jurusan Akuntansi. Bayangkan dalam setiap perusahaan di dunia ini sangat memerlukan akuntan. Maka untuk anda, mahasiswa lulusan akuntansi, jangan khawatir tidak mendapatkan pekerjaan, banyak lowongan dalam pekerjaan akuntansi. Yang terpenting sekarang belajar dan tingkatkan IPK semaksimalnya, supaya ketika mencari pekerjaan jauh lebih mudah dan menjadi orang yang di perhitungkan.

Anda mau jadi yang mana?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Fungsi Laporan Keuangan Untuk Berbagai Instansi

Fungsi Laporan Keuangan Untuk Berbagai Instansi

Alasan Memiliki Asuransi Kesehatan Itu Sangat Penting

Alasan Mengapa Memiliki Asuransi Kesehatan Itu Sangat Penting