Tips Pengajuan Kredit Agar Disetujui Oleh Bank

Zaman sekarang pengajuan kredit di bank sudah banyak menjadi kebutuhan. Bisa anda lihat semakin hari semakin meningkat saja masyarakat yang mengajukan pinjaman ke Bank. Karena sekarang sudah mulai Banyak masyarakat mulai beralih profesi menjadi pembisnis.

walaupun bukan hanya pembisnis saja yang memanfaatkan kredit Bank. Seperti pekerja professional, atau karyawan juga biasanya memanfaatkan jasa bank untuk memberikan suntikan dana. Dari pinjaman ini bisa anda manfaatkan untuk mengelola usaha maupun kebutuhan lainnya.

Yang jelas alasan mengambil pinjaman dengan yang lain berbeda-beda. Contahnya yang banyak kita temui seperti ada yang digunakan untuk modal kerja, membeli rumah, kendaraan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan banyak lagi yang lain.

Tips Agar Pengajuan Kredit Anda Diterima Oleh Bank

Tips Agar Pengajuan Kredit Anda Diterima Oleh Bank

Dari semua kebutuhan tentu hal tersebut semua penting dan memerlukan dana segar. Namun masalahnya apakah setiap orang mengajukan kredit di bank bisa disetujui?

Tentu saja tidak, karena pihak Bank memiliki syarat dan ketentuan serta prosedur tersendiri untuk menyetujui setiap pengajuan kredit dari setiap calon debitur baru.

Baca Juga:  6 Tips Rencanakan Keuangan Setelah Menikah Yang Baik

Bagaimana Agar pengajuan kredit diterima dan disetujui oleh Pihak bank. Sebenarnya untuk diterima pengajuan kredit anda oleh bank bisa dikatakan mudah jika anda tahu caranya.

Perlu anda tahu Bank sangat peduli dengan kemampuan keuangan dan history anda sebagai calon debitur. Jadi pastikan bahwa standar ini bisa anda penuhi. Agar peluang mendapatkan pinjaman dari bank terbuka lebar

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu anda ketahui lebih dulu  agar bank menerima pengajuan kredit yang anda ajukan. Berikut hal yang harus anda penuhi Agar pengajuan kredit anda diterima dan disetujui oleh bank.

Penuhi Persyaratan Tertulis Dari Bank, Syarat ini merupakan informasi mengenai anda sebagai calon debitur. Dalam hal ini anda akan bisa dilihat dan dibedakan dalam pengajuan kredit, sebagai pengusaha (badan hukum), seorang professional, atau sebagai karyawan.

Beda kategori tentu saja akan berbeda pula syaratnya. Pastikan bahwa sebelum mengajukan pinjaman (kredit) anda sudah memenuhi semua persyaratan yang diwajibkan oleh pihak bank.

Sebelum Pengajuan Kredit Perhatikan Kemampuan Keuangan Anda

Penting bagi bank untuk mengetahui kemampuan keuangan anda. Syarat ini harus anda penuhi, karena merupakan salah satu hal penting yang diwajibkan oleh bank. Ini untuk membuktikan bahwa anda memiliki kemampuan yang cukup.

Caranya Anda bisa menunjukkan referensi portfolio keuangan, terutama dalam hal besaran pendapatan dan pengeluaran. Dan juga mutasi dalam laporan keuangan untuk menilai pola konsumsi.

Seperti pengeluaran rutin: pembayaran listrik, pembayaran PDAM dan lain-lain. Maka dalam hal ini Bank harus mengetahui agar bisa melihat kemampuan anda nantinya dalam membayar cicilan bulanan.

Biasanya bank akan keberatan jika cicilan terlalu besar, dalam hal ini setiap bank memang memiliki standar yang berbeda-beda.

Tapi biasanya Debt Buren Ratio (rasio hutang terhadap pendapatan) tidak boleh melebihi sepertiga. Hal ini bertujuan agar pihak Bank bisa mengantisivasi agar tidak terjadi kredit macet di kemudian hari.

Baca Juga:  4 Hal Yang Seharusnya Kamu Lakukan Setelah Melunasi Hutang

Jaga Kredibilitas Penting Saat Pengajuan Kredit

Penting perlu anda tahu bahwa semua bank di Indonesia dapat mengacu pada data yang dimiliki oleh Bank Indonesia (BI). Ketika anda mengajukan kredit ke bank tertentu, sudah pasti bank tersebut akan melakukan cek (BI Checking) terhadap catatan keuangan dan kredit di pusat data Bank Indonesia.

Misalnya, Jika anda pernah mengalami kredit macet di salah satu Bank. Contoh kredit macet di bank BRI, dan sekarang anda ingin mengajukan lagi di bank lain, misalnya Bank Mandiri.

Maka bank Mandiri tetap bisa melihat sejarah kredit anda yang telah lalu yang ada di Bank BRI. Hal yang penting jangan sampai anda sudah masuk ke daftar hitam yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penerbit Kartu Kredit.

Jika sudah demikian anda akan sangat sulit untuk bisa mendapatkan pinjaman Kembali di bank lain. Karena setiap bank akan mengacu pada daftar yang dikeluarkan Asosiasi Penerbit Kartu Kredit tersebut.

Hal tersebut sebagai bahan pertimbangan mengenai kredibiltas anda dalam hal kredit. Jadi, pastikan bahwa history anda bersih, tidak pernah ada kredit macet, keterlambatan bayar, dan masalah perbankan lainnya.

Setiap anda menyentuh aktivitas perkreditan di bank manapun, pasti akan masuk di pusat data Bank Indonesia. Jadi tidak heran jika bank lain juga dapat melihat catatan kredit yang anda miliki. Semakin bersih history, maka semakin besar pula kredibilitas anda di mata pihak bank.

Baca Juga:  Merawat Kartu Kredit Agar Tidak Rusak, Begini Caranya

Perhatikan Nilai Agunan, Sesuaikan Dengan Besar Pengajuan Kredit

Kelebihan dan Kekurangan KTA Yang Perlu Anda Ketahui

Mengenai Agunan hal ini sangat penting anda perhatikan jika ingin kredit anda disetujui. Karena bagi pihak bank Anggunan ini untuk menjaga kemungkinan jika dikemudian hari kredit anda macet. Atau terjadi masalah dalam hal pembayaran pinjaman.

Perlu anda ketahui sebenarnya, bank sangatlah tidak suka jika harus mengambilalih agunan dari debiturnya. Karena pengambil alihan agunan tentu saja memerlukan biaya serta waktu yang tidak sedikit.

Hal ini tentu akan merepotkan pihak bank, apalagi jika nilai agunannya kecil. Karena itulah pihak bank menginginkan setidaknya agunan yang anda ajukan memiliki nilai yang lebih tinggi dari jumlah kredit yang akan anda ajukan.

Nilai yang tinggi bukan berarti agunan yang secara fisik besar. Namun nilai agunannya mencukupi atau lebih tinggi dari nilai pinjaman.

Untuk meningkatkan nilai agunan agar mudah diterima oleh bank, Pilihlah agunan yang memiliki kelengkapan dokumen, lokasi strategis, dan kondisi agunan yang baik. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan diterimanya pengajuan kredit anda oleh Bank.

Harus Mempunyai Tujuan Pengajuan Kredit Yang Jelas

  1. Jangan pernah berani mengajukan pinjaman jika tujuannya tidak jelas, karena ini dianggap penting oleh Bank, agar pihak bank bisa yakin.
  2. Bank tidak akan pernah mau mengambil resiko dengan memberikan pinjaman kepada pihak yang tidak memiliki tujuan yang jelas.
  3. Ini termasuk juga jika anda memiliki usaha yang kurang sehat keuangannya dan potensi perkembangan usaha yang kurang pasti.
  4. Ini memang penilaian yang sedikit sepihak, karena tujuan yang kita kira sangat-sangat dan sangat jelas. Mungkin akan dinilai tidak jelas oleh bank.
  5. Oleh karena itu ada baiknya jika anda pelajari sekali lagi tujuan anda meminjam uang di bank. Pelajari lebih dulu tentang prospek usaha yang anda miliki jika adalah seorang pengusaha.

Mungkin cukup itu saja Tips Cara pengajuan kredit agar disetujui oleh Bank. Jadi setelah anda mengetahui tipsnya semoga dalam hal prakteknya anda sudah mempersiapkan terlebih dahulu agar urusan berjalan lancar.

Baca Juga:  Perbedaan dan Pengertian Kredit Multiguna dan KTA

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda yang sedang butuh modal untuk usaha dan memerlukan suntikan dana dari bank dengan cepat.

2 Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *