Cara Membuat Bisnis Plan yang Efektif untuk Memulai Usaha

Cara membuat bisnis plan – Semenjak pandemi, banyak sekali karyawan yang diberhentikan dari pekerjaan mereka. Karena itu, sebagian dari mereka mencoba menjalankan bisnis dengan harapan mendapatkan banyak keuntungan. Namun nyatanya, sebagian besar dari mereka justru berakhir dengan kegagalan. Penyebab utamanya tak lain ialah karena kesalahan dalam membuat bisnis plan.

Memang, sebuah bisnis tidak selalu berjalan persis sesuai dengan bisnis plan sebagaimana yang telah direncakan sebelumnya. Akan tetapi, tanpa sebuah bisnis plan yang baik, suatu bisnis atau usaha tidak akan pernah mencapai tujuannya.

Pengertian Bisnis Plan

Bisnis plan merupakan dokumen tertulis yang berisi perencanaan usaha secara menyeluruh. Biasanya, semua unsur internal atau eksternal yang terkait dengan usaha tersebut akan dicantumkan didalamnya.

Bisnis plan dibuat saat seorang pengusaha atau investor ingin memulai sebuah bisnis baru. Namun, tak jarang perusahaan yang sudah berkembang pun membuat bisnis plan baru. Tujuan utamanya ialah sebagai acuan dalam perjalanan usahanya agar selalu terarah dan tidak menyimpang.

Baca juga: 6 Fungsi Manajemen Keuangan Untuk Bisnis Yang Lebih Baik

Tujuan Membuat Bisnis Plan

Sebelum kita lanjutkan ke inti pembahasan mengenai cara membuat bisnis plan, alangkah baiknya untuk memahami mengenai fungsi dan tujuan dari pembuatan bisnis plan seperti berikut:

a)      Sebagai Pondasi Bisnis

Bisnis plan dapat berperan sebagai struktur dasar dari pembangunan suatu bisnis. Semakin matang dan rinci bisnis plan tersebut, maka semakin kokoh pula bisnis yang akan kita bangun nantinya. Untuk itu, buatlah bisnis plan yang mempertimbangkan segala aspek.

b)      Menarik Perhatian Investor

Setiap usaha tentu butuh yang namanya modal. Nah, bila bisnis plan yang anda rancang bagus dan memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan yang besar di masa mendatang, maka akan menarik perhatian investor.

c)      Kebijakan Mengambil Keputusan

Saat bisnis sudah berjalan, kadangkala arah tujuannya akan melenceng akibat pengambilan keputusannya yang tidak berdasar. Untuk itu, jika pengambilan keputusan didasari pada bisnis plan, maka pengambilan keputusan akan jauh lebih bijak.

d)      Tolak Ukur Perkembangan Bisnis

Kita akan tahu sejauh mana pencapaian bisnis dengan melihat kembali target awal yang telah direncakan. Nah dengan bantuan bisnis plan, kita dapat mengetahui kejelasan bisnis, perhitungan keuntungan, dan sehat tidaknya sistem operasional bisnis tersebut.

Cara Membuat Bisnis Plan yang Tepat

Inilah langkah-langkah membuat bisnis plan yang disesuaikan dengan standar komponen pembuatan bisnis plan:

1.      Membuat Ringkasan Eksekutif

Buatlah ringkasan eksekutif 1-2 halaman yang bersifat menjual. Tambahkan pula informasi tentang visi misi, tujuan, latar belakang, dan garis besar dari bisnis tersebut.

2.      Menyampaikan Bagian Pendahuluan

Pendahuluan berisi kalimat pembuka yang diikuti dengan informasi mengenai struktur organisasi usaha, profil pendiri dan pemilik saham, serta SDM ahli dibalik rencana pembangunan bisnis.

3.      Menuliskan Produk / Jasa yang Ditawarkan

Tulislah produk atau jasa yang anda tawarkan. Usahakan untuk membuatnya serinci mungkin. Misalnya tentang bahan, formula pembuatan, asal bahan, model kemasan, dan sebagainya.

4.      Menuliskan Analisis dan Rencana Pemasaran

Pada bagian ini, tulislah hasil analisa pemasaran yang telah anda lakukan. Misalnya area penjualan, usia target pemasaran, dan total kebutuhan pasar tiap bulannya.

5.      Membuat Analisis Produksi dan SDM

Analisis produksi merupakan penjelasan detail dari bagaimana cara anda menjalankan sistem operasi usaha nantinya. Misalnya terkait kapasitas produksi hingga perhitungan kebutuhan SDM.

6.      Membuat Analisis Keuangan

Buatlah analisis keuangan yang kompleks namun fleksibel. Misalnya tentang perhitungan modal awal, pengeluaran bulanan, perkiraan daya ungkit bisnis, dan juga pengembalian modal.

7.      Menuliskan Peluang Bisnis dan Tingkat Persaingan

Terkait peluang bisnis dan persaingan, anda bisa menggunakan berbagai metode analisis. Salah satu metode yang populer ialah analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, dan Threat).

8.      Menjelaskan Eksekusi Bisnis

Eksekusi bisnis berisi penjelasan menyeluruh tentang bagaiamana usaha anda dijalankan. Mulai dari perekrutan SDM, pembuatan pabrik, produksi barang, distribusi produk / jasa, hingga pemasaran.

9.      Menambahkan Lampiran

Bagian terakhir ialah lampiran yang mencakup tentangg surat kelegalan usaha, sertifikat tanah, SIUP, gambar dan media presentasi tentang pengenalan bisnis, dan juga profil pendiri usaha.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan terkait pengertian bisnis plan, fungsi dan tujuannya, serta cara membuat bisnis plan yang dapat anda tiru dan praktikan. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment