Ingin Mengelola Hutang Menjadi Aset? Lakukan 5 Cara Cerdas Ini

Mengelola Hutang Menjadi Aset, Selama ini hutang selalu diartikan sebagai hal yang negatif, yang mana dapat menganggu kondisi finansial anda. Namun sebenarnya tak selamanya hutang beradampak negatif.

Jika anda bisa mengelolanya dengan tepat, maka hutang tersebut dapat menjadi produktif. Bahkan anda bisa mengelola hutang menjadi aset yang akan sangat menguntungkan untuk anda.

Namun sebelum mengelolanya,terlebih dahulu anda harus mengetahui perbedaan dari hutang baik dan hutang buruk. Hutang baik merupakan hutang yang angsurannya dapat terjangkau.

Bahkan angsurannya dibayarkan oleh pihak lainnya. Sedangkan hutang buruk adalah hutang yang angsurannya tidak terjangkau, bahkan dibayarkan dari aset-aset yang anda miliki.

Mengelola Hutang Menjadi Aset

Ingin Mengelola Hutang Menjadi Aset? Lakukan 5 Cara Cerdas Ini

Hutang baik digunakan untuk keperluan yang produktif dan dapat menghasilkan keuntungan. Sedangkan hutang yang buruk adalah hutang yang digunakan untuk sesuatu yang sifatnya konsumtif  serta tidak dapat menghasilkan keuntungan ataupun pemasukan.

Yang terpenting dari pengelolaan hutang untuk dijadikan sebagai aset adalah jangan sesekali menjadikan hutang yang anda miliki untuk hal-hal yang tidak produktif.

Gunakan hutang-hutang tersebut untuk pembelian barang-barang yang produkti, mulai dari rumah, kendaraan, dan lainnya yang menghasilkan keuntungan.

Baca Juga:  Pinjaman Dan Hutang Itu Beda Lho. Mau Tahu Apa Bedanya?

cara cerdas mengelola hutang menjadi aset

Semakin banyak barang barang produktif yang anda miliki, maka akan semakin banyak keuntungan serta aset yang akan anda miliki. Nah berikut ini cara cerdas mengelola hutang menjadi aset yang dapat anda lakukan.

1. Perhitungkan Dengan Tepat dan Mendalam

Sebelum anda akan mengajukan hutang, maka diperlukan perhitungan yang tepat dan mendalam terlebih dahulu. Pastikan jika anda mengajukan hutang karena memang anda membutuhkan dana.

Jangan mengajukan hutang jika memang anda tidak memiliki tujuan tertentu yang jelas. Perhitungkan dengan matang seberapa besar biaya yang anda ajukan serta kesanggupan anda untuk bisa memenuhi besarnya biaya tersebut.

Bandingkan besar nya hutang tersebut dengan rencana pemasukan yang anda miliki. Lakukan perhitungan semuanya secara realistis, sehingga segala kedepannya dapat diperhitungkan dengan baik.

Masukkan pula semua resiko dari rencana yang anda miliki untuk hutang tersebut. Jadi saat terjadi masalah, anda sudah memiliki solusi tersendiri untuk mengatasinya.

2. Investasikan Semua Hutang

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan banyak orang dan berdampak pada penyalahgunaan hutang adalah sering meremehkan besarnya nilai hutang yang diajukan.

Jika anda memang ingin mengelola hutang dengan baik maka anda juga perlu menghitung besarnya jumlah total dari hutang yang anda miliki.

Selain itu, anda juga perlu memilih jenis jenis hutang. Antara hutang dengan biaya yang besar dan hutang dengan biaya yang kecil. Antara hutang produktif dan hutang konsumtif. Sehingga tidak terjadi kesalahgunaan dalam penggunaan hutang.

Baca Juga:  Perbedaan Pinjaman dan Hutang Piutang dalam Islam

3. Maksimalkan Pemanfaatan Hutang

Tentu saja jika anda ingin mengajukan sebuah hutang, maka hutang tersebut haruslah dapat memberikan manfaat untuk anda. Entah itu anda jadikan sebagai modal awal usaha, ataupun hal lainnya yang menguntungkan untuk anda.

Yang terpenting jangan sampai besarnya manfaat hutang lebih kecil dibandingkan dengan biaya hutang. Tentunya hal ini bisa menjadikan masalah untuk kondisi finansial anda.

Jika hal ini terlanjur terjadi maka anda harus segera menutup hutang tersebut, misalnya dengan menjual aset yang anda miliki barulah anda mencari hutang baru yang lebih ringan.

Dengan hutang produktif, anda bisa memiliki aset yang cukup menguntungkan. Dimisalkan saja, anda akan mengajukan hutang senilai 25 juta rupiah, bungan 0%, dan masa tenor selama 12 bulan.

Pinjaman tersebut akan anda gunakan untuk bisnis serta pelunasannya yang dilakukan dengan mencicil 2 juta rupiah setiap bulannya. Bila diasumsikan anda bisa menghasilkan anda akan memiliki omset 30 juta rupiah setiap bulannya.

Pembayaran biaya operasional sekitar 25 juta rupiah. Maka keuntungan bersih yang bisa anda dapatkan setiap bulannya sekitar 5 juta rupiah. Anda bisa menggunakan laba bersih ini sebagai dana untuk mencicil hutang yang anda miliki.

Tentu saja dengan begitu, bisnis yang anda harapkan akan berjalan terus hingga pinjaman anda telah selesai terlunaskan.

Bahkan anda tetap bisa menghasilkan keuntungan bersih yang lebih tinggi dikarenakan tidak perlu membayar tagihan hutang lagi. Dengan keuntungan tersebut anda juga bisa menambah aset pribadi ataupun aset usaha.

4. Pastikan Jika Rasio Keuangan Anda Tetap Aman

Selain itu, anda juga perlu memperhatikan rasio keuangan anda agar tetap aman. rasi hutang yang baik adalah jika berada pada angka 50% (dari aset) dan 30% (dari pendapatan).  Pastikan jika angka ini tetap terus terjaga dan tidak berpindah ke jumlah yang lebih besar.

Jika sampai terjadi pergeseran dari angka rasio ini, maka anda harus segera mengambil tindakan lanjutan. Sehingga nantinya angka tidak akan mengarah menuju titik kritis yang menyebabkan kondisi finansial anda melemah.

Baca Juga:  Pengelolaan Keuangan Tetap Stabil Meski Punya Hutang

5. Disiplin Dalam Pembayaran Cicilan

Hal yang paling penting dalam cara mengelola hutang menjadi aset agar tetap produktif adalah sikap disiplin dalam pembayaran cicilan setiap bulannya. Bahkan sikap disiplin ini juga harus dilakukan jika memang hutang yang anda miliki sifatnya konsumtif.

Jika sikap ini tidak anda terapkan, maka tentu saja membuat anda terjebak dalam hutang. Misalnya jika anda menggunakan kartu kredit untuk membeli kebutuhan-kebutuhan bisnis anda dengan terpaksa.

Dengan biaya cicilan yang cukup ringan, serta potongan harga yang menarik tentu tetap akan menjadikannya sebagai hutang produktif jika anda bisa melunasinya sebelum tanggal tempo.

Mudah untuk mengelola hutang yang ada agar bisa menjadi aset, asalkan anda tetap dalam batas yang wajar dan masuk akal. Bijak dalam penggunaan serta disiplin dalam memanfaatkan. Sehingga hutang yang anda miliki tersebut bisa menguntungkan anda kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *