Investasi Obligasi, Apa Saja Keuntungan dan Kerugiannya?

Investasi obligasi, istilah ini mungkin bagi Anda yang sudah lama berada di dalam dunia investasi, tentunya tidak asing dengan. Ya, karena investasi ini tergolong dalam jenis-jenis investasi yang mana merupakan investasi pada surat hutang.

Surat hutang dalam bahasa Inggrisnya adalah ‘bond’. Jadi, tak heran jika banyak yang bicara “kas bond dulu” yang artinya hutang dulu. Namun, dalam investasi obligasi ini memiliki jangka waktu lebih dari setahun.

Sederhananya, investasi obligasi merupakan investasi di surat hutang dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun. Bagaimana dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun? Hal ini adalah kebalikan dari investasi obligasi yang disebut sebagai instrumen pasar uang atau dalam bahasa Inggrisnya money market instrument. 

Walaupun investasi obligasi memiliki jangka waktu lebih dari 1 tahun, namun investasi obligasi memiliki batas waktu yaitu hanya sampai 30 tahun.

Keuntungan dan Kerugian Investasi Obligasi

Investasi Obligasi, Apa Saja Keuntungan dan Kerugiannya?

Unsur Investasi Obligasi

Lalu, siapa yang memiliki hak untuk mengeluarkan surat hutang atau obligasi? Surat hutang atau obligasi ini dapat dikeluarkan oleh perusahaan swasta maupun negeri, bahkan pemerintahan.

Nantinya, per obligasi dapat dijual pada nominal (par value). Setelah itu, obligasi dapat dijual dan dibeli kembali di dalam pasar modal. Sehingga, tidak heran jika terdapat kenaikan dan penurunan terhadap harga obligasi.

Adapun beberapa informasi yang mana merupakan unsur di dalam investasi obligasi yang perlu Anda ketahui. Unsur ini lebih dikenal dengan istilah indentur obligasi atau bond indenture. Berikut ini adalah unsur-unsurnya:

  • Nama pihak yang berhutang (perusahaan/lembaga)
  • Bunga yang dibayarkan (kupon/coupon)
  • Periode pelunasan (tahunan)
  • Periode pembayaran/angsuran (triwulanan)
  • Penjamin emisi obligasi (bond underwriter)
  • Wali amanat (trustee)
  • Jumlah pokok hutang (face value, par value, nilai nominal)
  • Dan lain sebagainya yang diperlukan

Dengan adanya beberapa unsur dan informasi tersebut, maka obligasi dapat dikatakan resmi dan sah untuk dijalankan.

Rating Pada Investasi Obligasi

 

Orang yang memegang obligasi atau investor obligasi ini disebut sebagai bondholders. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk menjadi bondholders atau berinvestasi.

Anda perlu mengenali beberapa rating pada investor obligasi. Karena, tentunya setiap obligasi memiliki peringkatnya masing-masing.

Ya, tentunya Anda tidak asing lagi dengan beberapa istilah seperti Standard & Poor’s, Moody’s, Fitch Ratings, dan lain sebagainya.

Itu adalah beberapa istilah dalam obligasi. Di Indonesia, rating tersebut telah ditentukan oleh PEFINDO (PT Pemeringkat Efek Indonesia) yang merupakan Lembaga pemeringkat hutang.

Berikut ini adalah beberapa penjelasan rating dalam obligasi yang perlu Anda ketahui :

  • idAAA = Perushaan memiliki resiko investasi paling rendah, karena memiliki kemampuan yang paling baik dalam membayar bunga dan hutang pokok sesuai dengan perjanjian,
  • idAA = Perusahaan memiliki resiko investasi sangat rendah, karena memiliki kemampuan yang sangat baik dalam membayar bunga dan hutang pokok sesuai dengan perjanjian,
  • idA = Perusahaan memiliki resiko investasi cukup rendah, karena memiliki kemampuan yang cukup baik dalam membayar bunga dan hutang pokok sesuai dengan perjanjian,
  • idBBB = Perusahaan memiliki resiko investasi cukup rendah, karena memiliki kemampuan yang cukup baik dalam membayar bunga dan hutang pokok sesuai dengan perjanjian,
  • idBB = Perusahaan memiliki resiko investasi cukup tinggi, karena memiliki kemampuan dalam membayar bunga dan hutang pokok sesuai dengan perjanjian dan sangat peka terhadap perubahaan keadaan yang merugikan,
  • idCCC = Perusahaan yang tidak mampu lagi memenuhi kewajiban dinansialnya, dan
  • idD = Perusahaan yang bangkrut alias berhenti.

Investasi Obligasi Hasil Keuntungannya

Investasi Obligasi, Apa Saja Keuntungan dan Kerugiannya?

Adapun hasil keuntungan dari investasi obligasi yang biasa disebut dengan istilah YIELD. Umumnya, investor akan mendapatkan keuntungan dari hasil berjalan (current yield) dan hasil jatuh tempo (yield to maturity).

Berikut ini adalah penjelasan dari keuntungan investasi obligasi:

  • Hasil berjalan merupakan perbandingan antara bunga tahunan dengan harga obligasi sekarang.
  • Hasil jatuh tempo merupakan hasil yang didapatkan ketika membeli obligasi pada harga tertentu dan memegang obligasi tersebut hingga tanggal akhir atau jatuh tempo.

Resiko Investasi Obligasi

Semua hal yang kita lakukan, tentunya memiliki resiko sendiri. Begitu juga dengan investasi obligasi yang juga terdapat beberapa resiko.

Berikut ini adalah beberapa resiko yang perlu  Anda ketahui agar Anda dapat antisipasi segala resiko yang ada.

1. Gagal Bayar

Investasi Obligasi, Apa Saja Keuntungan dan Kerugiannya?
Gagal Bayar Hutang via @seputarforex.com

Anda tentunya tidak kaget, jika ada orang yang tidak membayar hutangnya. Begitu juga dalam dunia invetasi. Bisa saja pihak yang berhutang tidak membayar hutang tersebut alias gagal bayar.

Sehingga, Anda perlu menganalisis laporan keuangan perusahaan tersebut sebelum berinvestasi. Inilah kegunaan adanya rating pada obligasi.

2. Capital Loss

Investasi Obligasi, Apa Saja Keuntungan dan Kerugiannya?

Obligasi dapat diperdagangkan atau dilelang di bursa. Hal ini dapat menyebabkan selisih antara harga jual dan harga beli obligasi yang bisa membuat investor rugi.

Contohnya seperti ini, Anda berinvestasi dengan harga 10 ribu di masa waktu dulu, namun di masa waktu sekarang, harganya menjadi 8 ribu.

Sehingga Anda dapat dikatakan mengalami kerugian sebesar 2% dalam berinvestasi. Masih ada resiko-resiko lain dalam investasi obligasi.

Tentunya, dengan segala resiko yang ada, Anda harus siap untuk mengatasinya agar Anda dapat meraih keuntungan yang besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *