Jenis-jenis Investasi Jangka Pendek dan Tips Memilihnya

Dibanding jangka panjang, investasi jangka pendek memang perlu waktu lebih singkat guna meraih laba. Biasanya investasi jangka pendek seperti ini dipilih dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sistemnya sendiri terdiri dari beberapa jenis, sehingga dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan perhitungan untung ruginya.

Deposito

Deposito merupakan salah satu Investasi Jangka Pendek yang produk investasinya dikeluarkan oleh lembaga perbankan. Melalui kegiatan investasi tersebut, akan diperoleh dana dari nasabah yang selanjutnya akan digunakan untuk membiayai kredit.

Deposito itu sangat aman, tapi nilai laba yang diperoleh juga kecil. Bahkan ada kemungkinan bunga deposito tersebut lebih rendah dibanding tingkat inflasi. Karena itu, sebelum memilih deposito sebaiknya pahami lebih dulu nilai suku bunga yang akan diterima, apakah sama atau lebih tinggi dari inflasi.

Baca Juga: 3 Jenis Deposito Syariah Cocok Bagi Anda Yang Gaji Pas-pasan

Investasi komuditas

Maksud dari investasi komuditas adalah menanam modal berbentuk barang. Misalnya emas, properti dan lainnya. Profit dari investasi ini berasal dari selisih harga saat komuditas tersebut dijual kembali. Dalam jangka waktu tertentu, laba yang didapatkan bisa lebih besar dibanding inflasi, terutama untuk investasi properti.

Saham dan reksadana

Jenis investasi jangka pendek berikutnya yang juga mampu menghasilkan laba tinggi adalah saham dan reksadana. Tapi khusus untuk saham, investor harus paham benar sistem transaksi dan kerjanya karena resiko kerugiannya cukup besar.

Apabila ingin meminimalkan resiko kerugian, alternatif terbaiknya yaitu memilih reksadana. Meski keuntungan yang diperoleh tidak sebesar saham, namun investasi ini jauh lebih aman terutama bagi yang tidak memahami dunia bursa efek.

Baca Juga: Kelebihan dari Investasi Reksadana Dibanding Emas dan Jenis Investasi Lainnya

Trading forex

Tidak berbeda dengan saham, invetasi forex juga memiliki resiko besar meski pada sisi yang lain dapat menghasilkan profit hingga berlipat-lipat dari modal yang ditanam. Butuh keahlian khusus untuk menekuninya, terutama terhadap hal-hal yang berkaitan dengan valuta asing.

Jika terjadi kesalahan sedikit saja dalam menentukan posisi jual atau beli, modal akan hilang atau habis dalam waktu yang sangat singkat. Namun sebaliknya apabila berhasil mengambil posisi, keuntungannya sangat besar dan lebih tinggi dibanding saham.

Tips memilih investasi untuk jangka pendek

Ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan ketika memilih investasi jangka pendek dan yang paling utama tentu saja adalah ketersediaan modal. Saat berinvestasi, jangan sekali-sekali menggunakan modal yang diperoleh dengan cara berhutang.

Lebih baik memakai dana milik sendiri karena apapun bentuk investasinya, besarnya keuntungan tidak dapat diketahui secara pasti kecuali deposito.

Kedua, perhitungkan dengan cermat resiko kerugian yang mungkin bisa muncul. Jika resiko tersebut tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan atau nilai profit yang didapat, maka lebih baik memilih investasi jangka pendek yang lebih aman meski hanya mendatangkan laba kecil saja.

Hal ini punya kaitan erat dengan masalah keahlian. Terutama jika ingin berinvestasi dalam bidang saham atau trading forex.

Tips ketiga, pilih jenis investasi yang dapat melibatkan investor secara langsung. Bahkan jika perlu bisa ikut berperan memutar modal yang diinvestasikan. Tips ini lebih pas diaplikasikan dalam investasi komoditas, saham dan forex.

Selanjutnya yang terakhir jangan tergiur dengan penawaran investasi jangka pendek dengan janji berupa keuntungan sangat besar serta tidak realistis. Bujukan seperti ini biasanya hanya merupakan kedok untuk melakukan penipuan.

Selain itu jika tidak ingin tertipu cek lembaga investasi tersebut pada pihak-pihak yang terkait, apakah telah mendapat izin operasional atau belum. Semoga bermanfaat ya dan bisa menentukan jenis investasi jangka pendek yang sesuai.

Reply