Tujuan Manajemen Keuangan Perusahaan Yang Harus Anda Ketahui

Manajemen Keuangan Perusahaan – Manajemen keuangan seiring berkembangnya jaman, berkembang pula arti dan definisinya. Jika dulu manajemen keuangan hanya sebatas menerima dana atau income saja.

Namun kini manajemen keuangan juga termasuk pada outcome yang mana manajemen keuangan ini adalah pengelolaan keuangan dari pemasukan hingga pengeluaran. Dalam manajemen keuangan pun, juga termasuk pengelolaan dana cadangan. Dana cadangan ini salah satu contohnya adalah investasi.

Tujuan Manajemen Keuangan Perusahaan

Tujuan utama manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai keuangan atau aset yang dimiliki oleh perusahaan dalam mempertahankan juga memperbaiki finansial. Adapun beberapa tujuan dan cara mengatur manajemen keuangan yang perlu kita ketahui yang di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Tujuan Normatif

Tujuan normatif manajemen keuangan ini merupakan suatu kegiatan pengelolaan keuangan untuk memaksimalkan kemakmuran pemilik aset dan nilai keuangan yang dimiliki. Perinciannya adalah sebagai berikut:

  • Kemakmuran dapat ditingkatkan dengan meningkatkan nilai pribadi dan perusahaan;
  • Mengambil keputusan dengan memperhatikan resiko yang akan datang;
  • Dalam perusahaan, manajemen keuangan juga harus mementingkan pemilik, kreditor, dan pihak luar yang masih berhubungan dengan perusahaan;
  • Menekankan aliran kas daripada laba bersih dalam pembukuan akuntansi;
  • Tidak mengabaikan kewajiban sosial, lingkungan dalam dan luar, keselamatan kerja, standar kerja, dan keamanan produk.

Baca Juga:  Tips Mengelola Keuangan Pribadi Yang Baik dan Tepat

2. Nilai Perusahaan

Perusahaan yang belum terkenal atau go public dapat dinilai dengan melihat nilai jual perusahaan yang mana nantinya jika perusahaan tersebut dijual. Sehingga, dalam manajemen keuangan perusahaan haruslah memperhatikan tingkat resiko, prospek perusahaan, lingkungan kerja, dan indikasi nilai perusahaan, bukan hanya pada nilai aset atau aktiva saja.

3. Indikasi Nilai Perusahaan

Kenali Manajemen Keuangan untuk Perusahaan Anda

Perlu diingat, bahwa nilai perusahaan bukan hanya dari nilai laba saja, sehingga dalam memaksimalkan nilai perusahaan tentunya berbeda dengan memaksimalkan nilai laba. Percuma saja memaksimalkan nilai laba saja, tanpa memperhatikan hal yang lain, maka nilai perusahaan pun tetap sama saja.

Perusahaan dapat meningkatkan nilai laba dengan cara mengeluarkan saham dengan menggunakan hasil penjualan saham yang diinvestasikan pada obligasi atau deposito pemerintah.

Dengan cara ini, maka perusahaan dapat menaikan nilai laba, namun kerugiannya adalah menurunnya nilai saham per lembarnya. Hal ini dikarenakan adanya penambahan penyebaran lembar saham yang membuat kondisi perusahaan tidak baik.

4. Nilai Laba Per Saham

Seperti yang dikatakan bahwa nilai perusahaan tidak hanya ditentukan dari nilai laba saja yang mana dilihat dari nilai laba per lembar saham atau EPS (earning per share). Hal itu dikarenakan oleh dua hal yaitu :

  • Memaksimalkan laba akan memakan waktu yang lama;
  • Memaksimalkan laba dapat membuat perusahaan tidak konsen pada tingkat resiko dan kepastian dari keuntungan. Sederhananya, jika resiko besar, maka keuntungan per lembar sahamnya akan turun.

Baca Juga:  6 Fungsi Manajemen Keuangan Untuk Bisnis Yang Lebih Baik

5. Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Tiga hal yang termasuk ke dalam ruang lingkup manajemen keuangan yang mana di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Keputusan pendanaan yang merupakan kebijakan manajemen pencairan dana peruashaan seperti diterbitkannya jumlah obligasi dan hutang perusahaan baik dari internal maupun eksternal;
  • Keputusan investasi yang merupakan kebijakan penanaman modal pada aktiva tetap seperti gedung, peralatan, dan yang lainnya; dan
  • Keputusan pengelolaan aset.

Hal lain dari ketiga ruang lingkup di atas, juga terdapat beberapa keputusan lainnya dalam manajemen keuangan yang di antaranya adalah keputusan pembelanjaan, deviden, dan lainnya yang dapat memaksimalkan nilai perusahaan dan memaksimalkan orang-orang yang terlibat dalam perusahaan seperti investor, pemegang saham, karyawan, dan sebagainya.

Keputusan perusahaan tersebut sangatlah penting mengingat fungsi manajemen keuangan perusahaan ini ditinjau dari keputusan dan kebijakan perusahaan. Sehingga, aktivitas yang dilakukan perusahaan diperlukan adanya pendapatan dana yang diperoleh dan dibutuhkan perusahaan yang akan digunakan seefisien mungkin.

Tak hanya itu, di dalam manejemen keuangan pun juga termasuk adanya pembelanjaan dan pengadaan barang yang mana didapatkan dengan harga seminim mungkin, namun juga mendapatkan keuntungan sebesar mungkin.

6. Pembelanjaan Perusahaan

Kenali Manajemen Keuangan untuk Perusahaan Anda

Setiap perusahaan tentunya perlu adanya pendanaan agar dapat menjalankan aktivitas perusahaan sebaik mungkin. Pendanaan dapat diperoleh dari pihak internal maupun eksternal. Nantinya, dana tersebut dapat digunakan untuk melakukan pembelenjaan aset tetap yang mana dapat memproduksi baran atau jasa.

Seluruh kegiatan ini disebut sebagai pembelanjaan perusahaan atau business finance. Sebenarnya, pembelanjaan perusahaan bukan hanya pada kegiatan pembelanjaannya saja, melainkan juga pada kegiatan lainnya seperti kegiatan produksi, penjualan, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kegiatan atau aktivitas perusahaan.

Mengingat beberapa kegiatan tersebut sangat berkaitan dan berhubungan juga mempengaruhi nilai perusahaan, maka kita sebagai pemilik atau pengelola perusahaan tidaklah boleh memprioritaskan satu kegiatan saja dan mengabaikan kegiatan lainnya.

Baca Juga:  Pinjaman Dan Hutang Itu Beda Lho. Mau Tahu Apa Bedanya?

Hal ini dapat membuat kegiatan lainnya terbengkalai dan menurunkan nilai perusahaan. Apalagi, kegiatan perusahaan juga berkaitan dan berpengaruh pada pengadaan uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *