Kirim ArtikelJadikan Tulisanmu Banyak Yang Baca dan Bermanfaat Bagi Orang Lain di Zonkeu

Mata Uang Bitcoin Sebagai Cadangan Emas Digital

Tingkat popularitas dari mata uang Bitcoin semakin meningkat. Mulai dari penggunanya, penerima alat pembayarannya dan yang terpenting adalah nilai Bitcoinnya.

Mata Uang Bitcoin Sebagai Cadangan Emas Digital

Tidak salah jika kita menganalogikan mata uang Bitcoin sebagai salah satu investasi cadangan emas digital.

Sebab salah satu cara untuk bisa mendapatkan nya, Anda harus lebih dulu  “menambang Bitcoin”.

Mata Uang Bitcoin Sebagai Cadangan Emas Digital

Caranya dengan melakukan pemecahan pada soal matematik dengan melibatkan adanya perhitungan algoritma rumit dalam komputer.

Sedangkan tingkat kesulitan untuk menghitung algoritma untuk bisa mendapatkan mata uang Bitcoin semakin lama akan semakin tinggi, sehingga sangat dibutuhkan komputer yang secara khusus dibuat untuk menyelesaikan proses penambangan agar bisa lebih cepat dibandingkan dengan komputer biasa saja.

Kesamaan Mata Uang Bitcoin Dengan Emas

Untuk proses penambangan pun dibutuhkan waktu yang lama. Sedangkan untuk jumlahnya, sejak awal pembuatnya sudah menetapkan kalau Bitcoin hanya akan disebar dalam jumlah 21 juta saja.

Seiring berjalannya waktu, prediksi Bitcoin di tahun 2140 pun sudah tidak bisa “digali” lagi. Dapat disimpulkan, bahwa jumlah Bitcoin yang langka dan nilai yang selalu naik merupakan 2 karakter mata uang Bitcoin dan emas menjadi hampir sama.

Emas merupakan logam mulia yang mempunyai nilai, dan nilai tersebut akan semakin mahal seiring berjalannya waktu. Sebab itulah emas dipakai mulai dar aset bergerak, investasi atau pun barang berharga.

Bitcoin pun sama seperti emas. Dengan adanya total stok sampai 21 juta saja, membuat Bitcoin semakin dipercaya sebagai salah satu powerful payment method yang bisa Anda gunakan untuk melakukan transaksi atau bisa juga disimpan sebagai barang berharga yang nilainya akan semakin bertambah.

Tidak hanya sampai disitu saja, sifat Bitcoin yang digital diklaim akan lebih baik dibandingkan emas. Bitcoin tidak membutuhkan tempat untuk menyimpan secara fisik dalam bentuk lemari atau brangkas.

Cara aksesnya pun cukup mudah, bisa dilakukan hanya dengan memakai smartphone yang terhubung pada koneksi internet.

Apa Bedanya Mata Uang Bitcoin Dengan Uang Konvensional

Bitcoin juga berbeda dengan mata uang konvensional yang sudah jelas mempunyai wujud secara fisik sampai membuatnya harus membutuhkan tempat penyimpanan.

Pada umumnya tempat penyimpanan untuk mata uang konvensional akan dipercayakan pada satu otoritas perbankan. Sedangkan untuk bisa mengambilnya, Anda bisa mengambil lewat mesin ATM atau teller bank.

Sedangkan untuk transaksinya, transaksi dengan penggunaan mata uang konvensional biasanya akan dikenakan biaya tambahan dan membutuhkan waktu. Apalagi jika ternyata transaksi yang Anda lakukan melibatkan 2 bank negara yang berbeda.

Karena biasanya mulai dari sistem kas, mata uang dan juga bahasa yang digunakan pun akan berbeda. Bahkan tahapan yang harus dilalui pun cukup banyak dan juga kompleks. Alhasil, Anda membutuhkan waktu lebih lama dan biaya untuk kebutuhan lain.

Namun, pada mata uang Bitcoin dikarenakan wujudnya yang berupa data dan juga sistem yang sudah universal maka siapapun bisa mengirimkan uang ke mana saja bahkan belahan dunia manapun.

Biaya nya pun akan sangat kecil atau bahkan bisa saja gratis. Karena Bitcoin merupakan satu sistem kas sudah tersinkronisasi di seluruh jaringan internet.

Jadi, siapapun bisa melakukan askes akun kas yang sama dengan real time dimanapun dan kapanpun.

Sama hal nya seperti yang dilakukan oleh internet pada sebuah inforamsi. Siapapun, kapanpun dan dimanapun bisa melakukan dan mendapatkan akses informasi serta uang tersebut hanya dengan cara menghubungkannya pada jaringan internet. Bahkan untuk melakukan transfer juga akan sama seperti Anda sedang mengirimkan email.

Baca juga: Investasi Bitcoin Terpercaya di Indonesia

Bagiamana cara menggunakan Bitcoin?

Walaupun tidak mempunyai wujud secara fisik, namun pada dasarnya mata uang Bitcoin tetap membutuhkan media untuk penyimpanan. Bedanya, adalah media penyimpanannya tidak berwujud. Para pengguna Bitcoin harus memasang Bitcoin Wallet atau sebuah dompet.

Pemasangannya bisa menggunakan media penyimpanan di dalam komputer, handphone atau bisa juga melalui layanan berbasi cloud (web).

Bitcoin walltet ini juga nantinya akan menjadi alamat transaksi Bitcoin para penggunanya. Setiap melakukan transaksi para pengguna membutuhkan privat key yang hanya boleh diketahui oleh pemilih akunnya saja.

Sehingga jika bukan pemilik akun sangat dilarang untuk melakukan transaksi dari pemilik akun. Sederhananya, penggunaan Bitcoin Wallet hampir mirip dengan cara kerja kita saat akan mengirimkan email.

Apakah Bitcoin aman?

Sama hal nya dengan model pada mata uang konvensional. Mata uang digital juga masih mempunyai risiko kehilangan dan juga kemalingan. Hal tersebut bisa saja terjadi jika ternyata dompet Bitcoinnya hilang atau bahkan dibobol.

Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk Anda bisa memilih tempat atau dompet penyimpanan dengan seaman mungkin.

Ada beberapa perusahaan Bitcoin yang memfasilitasi media penyimpanan dengan sistem deep freeze meskipun bisa diakses melalui web.

Baca Juga: Cara Membuat Akun Bitcoin Indonesia dan Verifikasi Gratis

Sehingga untuk bisa mengeluarkan Bitcoin dari dalam penyimpanan deep freeze akan sangat dibutuhkan suatu usaha yang terkoordinasi dengan lapisan enskripsi dan juga proses pengecekan keamanan.

Biasanya juga backup akan disimpan dalam bentuk enskripsi.

Itulah informasi mengenai Bictoin sebagai cadangan emas digital. Tidak bisa dipungkiri, semakin berkembangnya teknologi penggunaan mata uang kripto menjadi semakin eksis digunakan oleh semua kalangan.

Baik hanya untuk bertransaksi atau untuk penimbun kekayaan layaknya emas digital. Baca juga: Investasi Emas atau Bitcoin? Mana Yang lebih Menguntungkan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *