Mengenal 6 Jenis Produk Investasi Syariah Saat Ini

Saat ini banyak sekali jenis-jenis investasi yang dapat anda kerjakan dan pastinya cukup menguntungkan. Salah satu yang cukup dilirik orang-orang saat ini adalah Investasi Syariah.

Yang membedakan produk investasi syariah dengan produk investasi konvensial adalah pada keuntungan yang didapatkan oleh nasabah.

Jika investasi pada umumnya menggunakan keuntungan berbentuk bunga bank. Namun pada sistem produk investasi syariah memiliki keuntungan dalam bentuk sistem bagi hasil (nisbah).

Sistem keuntungan yang dimiliki ini lah yang akan memberikan kesan adil bagi investor serta nasabah bank.

Jenis Produk Investasi Syariah

Mengenal 6 Jenis Produk Investasi Syariah Saat Ini

Dengan memberikan rasa kepercayaan serta sistem perbankan yang sesuai dengan islam membuat banyak orang yang memilih jenis produk investasi syariah.

Baca Juga:  Tips Mengatur Pengeluaran Bulanan Dengan Gaji Pas-pasan

Jika anda tertarik berinvestasi syariah, tak ada salahnya mengenal produk-produk investasi syariah di bawah ini.

1. Deposito Mudharabah

Salah satu produk yang bisa anda pilih adalah Deposito Mudharabah. Produk ini merupakan akad (perjanjian) yang dilakukan antara nasabah (pemilik modal) dengan pihak bank (pengelola modal) yang memiliki tujuan untuk dapat memperoleh keuntungan.

Keuntungan tersebut lah yang nantinya akan dibagi sesuai dengan nisbah atau perjanjian yang sudah disepakati bersama. Besar kecilnya jumlah dari keuntungan tersebut dapat naik atau turun tergantung dari hasil kerja pihak bank.

Karena konsep itu lah, sehingga tabungan serta deposito termasuk jenis investasi di dalam perbankan syariah. Anda tidak akan dikenai beban bunga berjenjang ataupun administrasi.

2. Asuransi Syariah

Perbedaan jenis asuransi syariah dengan asuransi pada umumnya adalah pada sumber serta alokasi premi yang menjadi beban bagi setiap nasabah kepada pihak perusahaan asuransi.

Jika pada asuransi konvensional beban premi yang dibayarkan nasabah akan menjadi miliki pihak perusahaan. Jika sewaktu-waktu akan di klaim maka akan dapat diambil dari pihak perusahaan.

Hal ini berbeda pada asuransi syariah, beban premi yang dibayarkan nasabah akan dikumpulkan dan kemudian dialokasikan oleh pihak bank ke dalam bentuk tabungan baru.

Rekening ini juga dapat digunakan sewaktu-waktu jika nasabah mengalami musibah dalam bentuk pembayaran klaim. Asuransi syariah ini memang termasuk ke dalam jenis investasi.

Dikarenakan pada akhir periode nantinya akan dibagi keuntungan dari dana premi nasabah yang dikelola oleh pihak bank.

3. Tabungan Pendidikan

Beberapa bank syariah menyediakan tabungan pendidikan bagi nasabah. Tabungan ini memang sifatnya jangka panjang, fleksibel dalam setoran bulanan, serta dapat memberikan investasi yang baik dibandingkan dengan tabungan pendidikan pada bank konvensional.

Selain itu, program tabungan pendidikan ini juga memberikan fasilitas asuransi serta kerja sama antara pihak bank dengan pihak perusahaan asuransi.

Sehingga saat nasabah mengalami musiba maka dana pendidikan anak-anak tetap dapat terjamin hingga kedepannya.

4. Resakdana Syariah

Investasi reksadana syariah ini memiliki konsep yang sama dengan reksadana konvensional. Hanya saja pada reksadana syariah dilakukan atas dasar prinsip ekonomi islam yaitu adanya pembeli (nasabah) dan agen reksadana (pihak bank syariah) yang melakukan kesepakatan melalui akad.

Tak hanya itu saja, di dalam reksadana syariah ini dana yang dimiliki nasabah akan diinvestasikan manager investasi yang mana memang memahami hukum ekonomi islam. Sehingga keuntungan yang di dapat akan dibagi dengan para investor secara bersih.

Jenis reksada syariah yang kebanyakan ada saat ini adalah jenis reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran yang mana diterbitkan beberapa perusahaan sekuritas.

Pihak bank syariah disini biasanya akan sebagai agen penjual. Untuk tingkat pengembaliannya sendiri, pada investasi reksadana syariah ini berkisar dari 11-23 % setiap tahunnya.

Selain return yang lebih adil dan baik, harga dari reksadana ini memang cukup stabil dibandingkan dengan umumnya.

Baca Juga:  Jenis Asuransi Perjalanan dan Point Penting Yang Harus Anda Ketahui

5. Saham Syariah

Berinvestasi saham syariah juga termasuk ke dalam investasi syariah karena di dalamnya menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam agama Islam.

Tidak seperti menanamkan saham konvesional, investasi saham syariah adalah jenis saham yang berasal dari usaha-usaha yang tidak berlawan dengan syariat Islam yang ada.

Banyak sekali contoh-contoh saham syariah yang ada merupakan saham-saham yang berasal dari perusahaan konsumer.

6. Investasi Emas

Emas merupakan logam mulia dengan nilainya yang cukup berharga. Sehingga seringkali dijadikan sebagai investasi yang cukup menguntungkan.

Investasi emas dianggap menguntungkan dikarenakan nilai jualnya yang memang lebih stabil serta dianggap pengganti mata uang tanpa adanya batasan aset dan dapat diungkan kapanpun ketika dibutuhkan.

Selain simple, jenis investasi ini termasuk ke dalam investasi syariah karena tidak bertentang dengan konsep syariah dalam agama Islam.

Investasi emas ini memang dianjurkan karena nilainya yang terus meningkat setiap waktu sehingga sangat cocok untuk jangka panjang.

Namun investasi ini memiliki kekurangan tersendiri yaitu mengenai masalah keamanan yang cukup rawan ketika anda tak bisa menyimpannya dengan tepat.

Sehingga diperlukan tempat dan cara yang aman untuk menyimpan emas yang anda tabungkan tersebut. Saat ini banyak cara investasi emas aman yang dapat anda pilih.

Nah itu tadi beberapa produk investasi syariah yang dapat anda pilih dan tentunya akan menguntungkan untuk anda.

Saat ini investasi perbankan syariah memang banyak dilirik karena dirasa lebih bagus dan adil serta menggunakan prinsip-prinsip syariah dalam agama Islam.

Baca Juga:  5 Tips Mengelola Keuangan Pribadi Dengan Tepat

Bagi anda yang tertarik, sebaiknya mulai mencari informasi sebanyaknya mengenai keuntungan yang di dapat dari dari bank-bank syariah yang tentunya bervariasi.

Selain itu pastikan pula anda memahami manajemen resiko yang ada di dalam investasi sehingga menekan kerugian yang bisa saja terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *