Pengertian, Manfaat, dan Cara Membuat Neraca Keuangan Sederhana

Dalam pembuatan laporan keuangan, tentu Membuat Neraca Keuangan sangat diperlukan. Neraca keuangan merupakan salah satu laporan wajib yang harus dibuat oleh sebuah perusahaan atau organisasi untuk melaporkan kewajiban serta kekayaan yanag dimiliki perusahaan.

Laporan ini nantinya secara sistematis akan menujukkan berapa banyak jumlah harta serta kewajiba yang dimiliki perusahaan beserta ekuitas pemilik. Nah berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai neraca keuangan.

Pengertian Neraca Keuangan

Neraca adalah serangkaian dari tahapan dalam penyusunan laporan keuangan yang didalamnya berisikan laporan tentang aktiva, kewajiban, serta eukuitas dari pemegang saham yang ada di dalam sbeuah perusahaan pada periode tertentu.

Informasi yang ada di dalam neraca keuangan bersikan tentang sifat dan jumlah dari ketiga hal tersebut. Aktiva merupakan manfaat ekonomi yang kemungkinan akan diperoleh di masa depan ataupun dikendalikan entitas tertentu yang mana merupakan hasil transaksi yang terjadi di masa lampau.

Dalam aktiva ini akan banyak sekali aku mulai dari kas, persediaan, piutang, investasi, bangunan, tanah, kendaraan, mesin, serta kekayaan lainnya yang dimiliki perusahaan. Baca Juga: 4 Tips Mengelola Keuangan Perusahaan Yang Bisa Membuat Bisnis Pertama Tetap Sehat.

Kewajiban merupakan pengorbanan dari manfaat ekonomi yang mungkin saja terjadi di masa yang akan datang yang berasal dari kewajiban yang berjalan pada entitas tertentu yang digunakan untuk mentransfer aktiva ataupun menyediakan jasa untuk entitas lainnya di masa yang akan datang.

Kewajiban ini nantinya merupakan hasil dari transaksi ataupun kejadian yang terjadi di masa lampau. Sedangkan ekuitas merupakan kepentingan residu di dalam aktiva yang ada pada sebuah entitas setelah dikurangi kewajiban yang dimilikinya.

Dalam entitas bisnis, ekuitas adalah kepentingan dari kepemilikan. Neraca bentuk T atau scroto adalah Neraca keuangan yang disusun secara bersebelahan. Sedangkan bentuk staffel adalah bentuk neraca keuangan yang penyusunannya ke bawah.

Umumnya bentuk yang sering digunakan untuk Membuat Neraca Keuangan adalah bentuk scroto. Hal ini dikarenakan bentuk ini akan memudahkan untuk membandingkan nilai akhir dari sisi aktiva serta pasiva yang memang harus sama.

Manfaat Neraca Keuangan

Membuat Neraca Keuangan tentu memiliki beberapa manfaat di dalam laporan keuangan. Setidaknya terdapat 3 fungsi dari neraca keuangan secara garis besar, antara lain adalah:

1. Sebagai alat untuk menganalisas fleksibilitas keuangan. Yang dimaksudkan disini adalah laporan neraca keuangan dapat digunakan pihak perusahaan untuk pengambilan sebuah keputusan. Dimana keputusan tersebut berhubungan dengan tindakan kedepannya.

2. Digunakan untuk menganalisa likuiditas. Dalam hal ini nantinya akan menunjukkan kemampuan yang dimiliki perusahaan dalam melunasi segala kewajiban jangka pendek nya dengan kondisi harta likuid yang dimilikinya.

3. Alat untuk menganlisa solvabilitas. Dalam hal ini menunjukkan kemampuan dari perusahaan untuk dapat segera melunasi hutang yang dimiliki. Hutang hutang ini diharapkan dapat terbayar lunas sebelum ataupun tepat di tanggal jatuh tempo.

Baca Juga: Fungsi manajemen Keuangan Untuk Aktivitas Perusahaan

Cara Membuat Neraca Keuangan Sederhana

Berikut ini cara Membuat Neraca Keuangan secara sederhana dengan bentuk T atau scroto:

1. Dalam pembuatan neraca keuangan, perlu dipisahkan antara sisi kanan dan kiri. Sisi kanan digunakan untuk modal dan kewajiban. Sedangkan sisi kiri digunakan untuk untuk aktiva.

2. Di dalam sisi aktiva, semua akun yang berkaitan dengan aktiva ditulis termasuk aktiva lancar serta aktiva tetap. Keduanya harus ditulis terpisah agar dapat mengetahui besar dari nominal masing masing. Setelah itu barulah jumlahkan keduanya dan jumlah ini sebagai total dari aktiva.

3. Pada bagian kewajiban dan modal, akun yang berkaitan dengan keduanya ditulis semua. Akun kewajiban dapat dlihat apakah sesuai dengan neraca lajur yang sebelumnya telah dibuat.

Sedangkan pada modal, anda hanya perlu memasukkan nilai pada modal akhir yang mana sudah terhitung sebelumnya. Setelah itu barulah jumlahkan modal dan kewajiban ini menjadi total Pasiva.

4. Kemudian perhatikan nilai total dari aktiva dan pasiva, pastikan jika kedua nya memiliki total yang sama. Jika sama maka tentu saja Membuat Neraca Keuangan seimbang dan sesuai.

5. Jika terdapat perbedaan maka tentu sudah terjadi kesalahan di dalam penyusunan laporan keuangan. Entah itu dari pencatatan, perjurnalan, serta penyesuaian bisa menjadi salah satu hal dimana terjadinya kesalahan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Laporan Keuangan Bahan Evaluasi Kinerja Bulanan atau Tahunan

Rumus Kesimbangan Neraca Keuangan

Setelah didapatkan saldo pada neraca, kemudian saldo tersebut akan dimasukkan pada kolom laba/rugi serta neraca. Kolom laba rugi ini mencatat segala saldo yang berasal dari akun-akun kewajiban. Termasuk pembelian, penjualan, serta berbagai hutang.

Sedangkan pada kolom Neraca, akan dicatat saldo yang berasal akun hutang, modal, aktiva, serta prive jika ada.Untuk mengetahui posisi normal yang ada pada akun jurnal, anda bisa menggunakan rumus keseimbangan tersebut.

Pada sisi kanan, kewajiban dan modal akan menunjukkan peningkatan yang mana akan menambah hutang pada sisi kredit. Hal yang masuk ke dalam kewajiban adalah hutang wesel, hutang usaha, hutang bunga, hutang obligasi, hutang panajk, dan hutang muka penjualan.

Sedangkan pada bagian kiri yaitu harta akan menunjukkan adanya peningkatan pada harta yang menambah sisi debit. Hal yang termasuk ke dalam kelompok aktiva atau harta antara lain adalah deposito, piutang usaha, kas, surat berharga, investasi jangka panjang, pendapatan yang diterima, dan lainnya.

Nah itu tadi penjelasan mengenai neraca keuangan, meliputi manfaat serta langkah pembuatan neraca keuangan secara sederhana. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Reply