in

Perbedaan Trading Saham dan Investasi Saham, Calon Investor Harus Tahu

Perbedaan Trading Saham dan Investasi Saham, Saham merupakan sebuah satuan nilai dalam berbagai instrument finansial yang mengacu kepada kepemilikan suatu perusahaan. Saham telah menjadi salah satu instrument pasar keuangan yang paling popular di dunia. Saham di terbitkan oleh tiap perusahaan atas keputusan dari pemilik perusahaan tersebut. Umumnya, pemilik perusahaan akan menerbitkan saham sebagai salah satu sarana pendanaan untuk perusahaan itu sendiri.

Seperti yang kita ketahui, saham banyak menjadi salah satu investasi bagi masyarakat dunia. Beberapa orang menggangap investasi saham jauh lebih menguntungkan di banding investasi – investasi lainnya seperti reksa dana atau emas. Selain itu, berinvestasi di bidang saham juga di anggap lebih simple dan tidak membutuhkan modal yang terlalu besar.

Perbedaan Trading Saham dan Investasi Saham

Warren Buffet juga telah menjadi salah satu bukti bahwa berinvestasi saham dapat mendatangkan banyak keuntungan. Selain menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan Berkshire Hattaway, Warren Buffet juga telah menjadi investor tersukses menurut majalah Forbes. Kekayaannya yang mencapai lebih dari $60 Milliar, merupakan hasil dari investasi yang ia lakukan selama masa hidupnya.

Jika hanya di lihat dari keuntungan yang akan kita dapatkan, berinvestasi Saham memang terlihat sangat menjanjikan. Namun, semua itu tidak semudah yang anda kira. anda perlu mempelajari terlebih dahulu dasar – dasar dari berinvestasi saham. Salah satunya adalah dengan mengetahui perbedaan dari Investasi Saham dan Trading Saham.

Baca Juga: Investasi Saham atau Reksa Dana, Pilih Mana?

Perbedaan Trading Saham dan Investasi Saham

Meskipun keduanya sama – sama di lakukan untuk mendapatkan keuntungan, namun Trading saham dan Investasi saham merupakan dua cara yang berbeda. Nah, bagi anda yang baru di dalam dunia saham, berikut ini adalah hal – hal yang membedakan antara investasi dan trading Saham.

1. Waktu

Investasi saham umumnya di lakukan oleh mereka yang ingin mendapatkan keuntungan dalam jumlah yang banyak. Namun, para investor saham membutuhkan jangka waktu yang cukup lama sebelum akhirnya mereka menjual saham yang ia miliki dan mendapatkan keuntungan. Selain itu, para investor saham akan lebih mendahulukan keuntungan pada jangka panjang meskipun dalam jumlah yang tidak terlalu besar di bandingkan dengan keuntungan yang cukup besar dalam jangka waktu yang singkat.

Berbeda dengan investor saham, Trader saham atau orang yang melakukan trading saham akan lebih mendahulukan pendapatan jangka pendek. Mereka akan membeli saham dengan harga murah dan langsung menjualnya ketika ada tawaran yang menguntungkan. Umumnya, para trader saham akan membutuhkan lebih banyak modal agar bisa mendapatkan keuntungan yang semakin banyak pula.

Baca Juga: Cara Bermain Saham Yang baik Untuk Investor Pemula

2. Prinsip

Ketika berinvestasi saham, seorang investor akan menggunakan metode Buy And Hold. Mereka akan membeli saham suatu perusahaan dan menyimpannya dalam jangka waktu yang lama. Mereka tidak akan menjual saham yang ia miliki sebelum kualitas emiten dari perusahaan tersebut mulai memburuk. Selain itu, jenis investasi yang mereka pilih juga memiliki likuiditas rendah.

Para investor juga akan menggunakan analisis fundamental seperti ramalan manajemen dan price – earning ratio untuk menganalisis kinerja perusahaan. Berbeda dengan investasi saham, trader saham lebih banyak menggunakan metode Buy And Sell. Mereka tidak akan menyimpan saham dalam jangka waktu yang terlalu lama.

Namun, mereka lebih memilih memanfaatkan fluktuasi harga saham yang terus berubah – ubah. Umumnya, seorang trader saham akan menggunakna metode analisis teknikal untuk memperkirakan pergerakan harga saham. Mereka hanya akan membeli saham dari perusahaan – perusahaan yang memiliki potensi mengalami kenaikan harga dalam jangka waktu singkat.

3. Pelaku

Pelaku Investasi saham di namakan dengan Investor. Umumnya mereka tidak akan terlalu memperdulikan naik atau turunnya harga saham suatu perusahaan. Selain itu, seorang investor tidak perlu terlalu memantau pergerakan harga saham dunia. Sedangkan pelaku dari Trading Saham dinamakan dengan Trader.

Trader saham akan memperhatikan pergerakan harga saham setiap hari bahkan setiap jamnya. Seorang trader bisa mendapatkan keuntungan bahkan 30 menit sejak ia membeli saham yang tepat. Baik Investor maupun Trader saham, sama – sama memiliki resiko mengalami kerugian atau Capital Loss, dimana harga jual saham lebih rendah daripada saat membeli.

Baca Juga: Resiko Investasi Reksadana Yang Umum Dialami Investor

Namun, seorang trader saham akan lebih merasakan pengaruh dari Capital Loss dibandingakn Investor saham. Hal ini dikarenakan investor saham dapat menunggu sedikit lebih lama agar harga saham kembali menguat dan mengurangi resiko terkena Capital Loss.

Written by Zonkeu

Suka mencoba hal baru penuh tantangan yang memaksa otak untuk selalu berfikir keras

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

zonkeu-Tips Agar Tetap Tenang Saat Menghadapi Pasar Saham Bearish

Tips Agar Tetap Tenang Saat Menghadapi Pasar Saham Bearish

Tips Investasi Reksa Dana Dengan Modal 100 Ribu

3 Tips Investasi Reksa Dana Dengan Modal 100 Ribu