6 Tips Rencanakan Keuangan Setelah Menikah Yang Baik

Tips Rencanakan Keuangan Setelah Menikah – Menikah adalah salah satu keinginan banyak orang. Siapa yang tak ingin menikah? Tentunya semua orang menginginkan itu bukan? Yang jadi pertanyaannya, apa langkah selanjutnya setelah menikah?. Bagaimana Anda bisa mengatur keuangan setelah menikah.

Bagaimana cara mengelolah dan merencakan juga mengatur keuangan setelah menikah? Kali ini Zonkeu akan membahas secara sederhana cara mengatur keuangan setelah menikah yang bisa langsung Anda terapkan.

Menikah adalah salah satu tahap kehidupan yang tentunya dilewati dan diinginkan oleh sebagian besar orang. Ingat! Menikah tidak terpaku pada satu malam saja. Karena akan ada pekerjaan rumah yang bakal menjemput Anda dan harus Anda hadapi mau harus mau. Jika salah langkah, maka rumah tangga akan terancam bahaya.

Rencanakan Keuangan Anda Setelah Menikah

Apalagi Anda akan mengalami banyak perubahan yang terjadi pada istri dan diri Anda sendiri. Seperti halnya dalam mengatur keuangan yang jelas berbeda dengan Anda yang saat masih bujang dulu. Hal ini tentu berbeda, karena setelah menikah tentunya pola pikir dan kebutuhan akan berbeda dan bertambah.

Baca Juga:  7 Tips Cara Cerdas Mengatur Keuangan Pribadi Bagi Mahasiswa

Tips Rencanakan Keuangan Setelah Menikah

Lalu, apa saja yang perlu kita perhatikan dalam mengatur keuangan setelah menikah?

1. Saling Jujur dan Saling Percaya

Sebaiknya Anda dan pasangan Anda haruslah saling jujur satu sama lain. Jika kalian berdua sudah terbiasa, maka kalian akan saling percaya. Hal ini tentunya adalah hal yang paling pertama dan utama dalam menjalin hubungan rumah tangga yang harmonis.

Semuanya harus saling terbuka, karena kalian adalah sepasang yang bakal hidup berdua hingga seumur hidup. Begitu juga dengan saling terbukanya masalah keuangan. Anda dan pasangan Anda tentunya perlu saling berkomunikasi terkait keuangan rumah tangga.

Jangan sampai ada kecurigaan satu sama lain yang ujung-ujungnya menjadi perpecahan. Soal keuangan rumah tangga pada umumnya seperti penghasilan, pengeluaran, pendidikan anak, rumah, dan yang lainnya.

Beberapa hal tersebut perlu dibicarakan bersama dan dipikirkan bersama-sama. Apalagi beberapa hal tersebut adalah tanggung jawab bersama nantinya, walaupun suami yang memiliki kewajiban dalam menafkahi nantinya.

2. Dana Darurat

Anda dan pasanngan Anda perlu adanya pembahasan soal dana darurat di mana dana ini sewaktu-waktu akan diperlukan jika terjadi apa-apa nantinya. Sehingga, Anda perlu membicarakannya dengan pasangan Anda. Duduklah dengan santai, dan jangan dalam keadaan emosi atau lelah saat membicarakan dana darurat.

Dana darurat ini bisa dibicarakan mulai dari pemasukan rumah tangga, entah pemasukan suami, atau pemasukan dari istri. Aturlah sedemikian rupa dalam mengatur pemasukan kalian. Dan ingat, dalam pemasukan, haruslah saling terbuka.

Jangan tertutup, jangan dilebih-lebihkan, atau bahkan jangan dikurang-kurangkan. Apa adanya saja di hadapan pasangan Anda.

Jika sudah saling terbuka soal pemasukan, Anda dan pasangan Anda bisa memulai membahas pengeluaran. Pengeluaran apa saja yang akan kalian hadapi nantinya. Dari kebutuhan rumah tangga, pendidikan, asuransi, cicilan, dan lain sebagainya.

3. Hutang

Bagaimana jika Anda sudah menikah, tapi Anda memiliki hutang atau sebaliknya, pasangan Anda punya hutang, padahal hutang itu dilakukan sebelum menikah. Hutang memang sesuatu yang runyam. Kalau bisa hindari soal hutang.

Tapi, jika sudah terlanjur, sebaiknya Anda bisa blak-blakan atau saling terbuka bahwa Anda punya hutang. Bisa saja hal ini diselesaikan bersama-sama, atau Anda bisa mengaturnya sendiri. Tapi, jika diselesaikan secara bersama-sama, maka hal ini bisa diselesaikan dengan lebih mudah.

4. Dana Masa Depan

Dana masa depan ini bisa disebut sebagai tabungan. Anda dan pasangan Anda perlu adanya tabungan untuk keuangan masa depan yang sewaktu-waktu bisa Anda gunakan untuk keperluan yang penting dan mendesak.

Dana masa depan ini sama halnya dengan dana darurat, bedanya terletak pada sifat keadaan yang sangat mendesak bisa menggunakan dana darurat.

Rencanakan Keuangan Anda Setelah Menikah

Dana masa depan juga bisa dilakukan dengan menggunakan investasi atau asuransi. Anda dan pasangan Anda perlu memikirkan hal itu, agar ke depannya kehidupan rumah tangga Anda bisa nyaman soal keuangan.

Baca Juga:  5 Cara Mengelola Uang Pinjaman Agar Tidak Tertimbun Utang

Ingat! Penyesalan datang di akhir, bukan di awal. Jangan menyesal, kalau Anda sedang butuh dana, dan ternyata Anda menyesal kenapa tidak menabung sejak dulu. Jadi, mulailah dari sekarang dan tidak ada kata terlambat!

5. Aset

Jika Anda memiliki aset yang berharga, sebaiknya Anda komunikasikan juga pada pasangan Anda. Karena kalian adalah satu kehidupan yang tak terpisahkan kecuali maut. Jadi, jangan pelit komunikasi dan saling menyembunyikan sesuatu.

Hal ini sama halnya dengan saling keterbukaan dengan pasangan. Pasangan yang saling terbuka, maka dijamin bakal lebih aman hubungan rumah tangganya daripada hubungan yang saling tertutup tanpa mengetahui segala sesuatu dari pasangannya.

6. Menyiapkan Perlindungan

Anda dan pasangan Anda, dalam mengatur keuangan setelah menikah, sebaiknya mulai memikirkan proteksi keluarga. Justru masih belum memiliki momongan, Anda dan pasangan bisa leluasa bekerja dan mencari uang. Jika Anda menyiapkan proteksi atau asuransi, maka ke depannya Anda akan merasa lebih tenang saat dikaruniai anak oleh Tuhan.

Baca Juga:  Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Yang Baik

Itulah beberapa cara mengatur keuangan setelah menikah. Bagi Anda yang belum menerapkannya, sebaiknya segera menerapkannya sekarang juga. Karena tidak ada kata terlambat soal menabung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *