Tulis ArtikelMulai Menulis & Share Artikel Terbaikmu Disini Sekarang !

Resiko Investasi Reksadana Yang Umum Dialami Investor

Resiko Investasi Reksadana – Semua hal yang berkaitan dengan investasi tentu saja memiliki yang namanya resiko. Terutama jika anda ingin terjun investasi reksadana, oleh karena itu jika anda ingin berinvestasi, sebaiknya harus mempertimbangkan lebih dulu  faktor-faktor risiko investasi reksadana.

Dengan Mengetahui lebih dahulu resiko investasi reksadana anda jadi akan lebih mempersiapkan mental jika suatu saat menghadapinya. Baca Juga: Mengenal Investasi Saham Reksadana Khusus Pemula

Bagi yang sudah terbiasa menggeluti dunia investasi khususnya reksada tentu hal ini sudah menjadi hal yang biasa. Namun bagi yang baru ingin memulai atau disebut tahap pemula tentu saja harus mengetahui apa saja resiko yang akan dihadapi.

Hal ini guna untuk mengantisipasi agar bisa lebih siap segala sesuatu yang tentu saja tidak anda ingin. Sebagai investor tentu saja mendapatkan keuntungan menjadi prioritas utama. Tapi dalam berjalannya waktu mungkin bisa saja anda menghadapi kerugian yang terjadi diluar dugaan.

Resiko Investasi Reksadana Secara Umum

Resiko Investasi Reksadana Yang Umum Dialami Investor

Meskipun dalam investasi reksadana memiliki resiko yang disebabkan banyak faktor, tentu mengetahui atau mengantisipasi itu bisa lebih baik guna meminimalisir kerugian.

Pada ulasan kali ini sedikit akan memberikan gambaran secara umum resiko investasi reksadana. Untuk lebih jelasnya dibawah ini ada beberapa resiko yang umum dalam berinvestasi di Reksadana.

1. Tidak Ada Jaminan Keuntungan

Investor harus menyadari bahwa dengan berinvestasi dalam Reksa Dana, tidak ada jaminan untuk mendapatkan pembagian dividen, keuntungan, ataupun kenaikan modal investasi.

2. Risiko Umum Pasar Modal

Setiap pembelian efek akan melibatkan beberapa unsur risiko pasar. Oleh karena itu, Reksa Dana mungkin rentan terhadap perubahan kondisi pasar yang merupakan hasil dari:

  • global, regional atau perkembangan ekonomi nasional;
  • kebijakan pemerintah atau kondisi politik;
  • development in regulatory framework, law and legal issues
  • pergerakan suku bunga secara umum;
  • sentimen investor yang luas, dan
  • guncangan eksternal (misalnya: bencana alam , perang dan lain-lain)

Baca Juga: Konsep Analisa Pada Pasar Forex, Trader Harus Tahu!

3. Risiko Efek

Ada banyak risiko efek yang dapat terjadi pada setiap efek. beberapa contohnya adalah Kemungkinan default perusahaan penerbit pada pembayaran kupon dan/atau pokok obligasi, dan implikasi dari peringkat kredit perusahaan yang di downgrade.

4. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas dapat didefinisikan sebagai seberapa mudah sebuah efek dapat dijual pada atau mendekati nilai wajarnya tergantung pada volume yang diperdagangkan di bursa.

5. Risiko Inflasi

Risiko tingkat inflasi adalah risiko potensi kerugian daya beli investasi Anda karena terjadinya kenaikan rata-rata harga konsumsi.

6. Risiko Pembiayaan Pinjaman

Jika dana pembelian unit Reksa Dana didapat dari pinjaman, maka investor perlu memahami bahwa:

  • Pinjaman meningkatkan kemungkinan baik untuk untung maupun rugi;
  • Jika nilai investasi turun dibawah tingkat tertentu, investor mungkin diminta oleh lembaga keuangan untuk menambah agunan, atau mengurangi jumlah pinjaman ke level yang disyaratkan;
  • Biaya pinjaman dapat bervariasi dari waktu ke waktu tergantung pada fluktuasi suku bunga;
  • Risiko menggunakan pinjaman harus di pertimbangkan secara berhati-hati karena mengandung risiko.

Baca Juga: Tips Agar Sukses Investasi di Pasar Forex Untuk Pemula

7. Risiko Ketidakpatuhan

Hal ini mengacu pada risiko terhadap Reksa Dana dan keuntungan investor yang dapat timbul karena ketidak-sesuaian terhadap hukum, aturan, peraturan, etika dan Policy and Procedure internal dari Manajer Investasi.

8. Risiko Manajer Investasi

Kinerja setiap Reksa Dana sangat bergantung antara lain pada, pengalaman, pengetahuan, keahlian, dan teknik / proses investasi yang diterapkan oleh Manajer Investasi, dan setiap kekurangan dari syarat tersebut akan berdampak buruk pada kinerja Reksa Dana sehingga akan merugikan investor.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *