Tips Mengatur Keuangan Usaha Anda Yang Baik dan Benar

Tips mengatur keuangan usaha tentunya berbeda dengan mengatur keuangan pribadi. Dalam usaha memang sangat diperlukan pengelolaan keuangan yang baik. Uang pribadi tidak boleh dicampur adukkan dengan uang usaha. Jika anda mencampurkannya, saya yakin usaha anda tidak akan berkembang.

Karena modal yang anda bisa saja terpakai untuk keperluan pribadi. Nah hal ini yang menjadi penyebab utama mengapa usaha anda tidak ada suatu perkembangan yang baik.

Tips Cara Mengatur Keuangan Usaha Yang Baik

Tips Cara Mengatur Keuangan Usaha Yang Baik dan Benar

Untuk itu pada artikel kali ini zonkeu.com akan membahas mengenai tips mengatur keuangan usaha, yuk kita simak bersama – sama, penjelasannya sebagai berikut :

1. Mengatur Keuangan Usaha Usaha Dengan Pembukuan

Jika anda menginginkan usaha anda cepat tumbuh dan juga berkembang, hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuat pembukuan keuangan yang baik. Data pemasukan dan pengeluaran harus jelas, rinci, serta ada bukti kwitansi ataupun nota transaksinya. Jangan sampai data yang anda buat terlewat sedikit pun. Satu saja tidak masuk ke dalam pembukuan, nantinya akan membuat anda menjadi kebingungan. \

Lihat saja perusahaan yang maju, pastinya mereka mempunyai pembukuan yang sangat baik. Hal seperti itu layak anda jadikan sebagai contoh dan bisa anda terapkan pada usaha anda. Saat anda baru mempunyai rencana untuk terjun ke dunia usaha dan sekarang ini masih bekerja di salah satu perusahaan yang cukup bonafit, berarti anda termasuk orang yang beruntung.

Jangan sia – sian kesempatan tersebut. Anda bisa pelajari terlebih dahulu bagaimana metode manajemen keuangan yang kini digunakan. Selanjutnya anda bisa memulai mencoba terjun ke usaha yang anda senangi. Terapkalah metode manajemen keuangan yang ada di perusahaan anda sekarang. Jalani secara perlahan – lahan, apabila hasilnya memuaskan dan berkembang pesat, anda baru mengajukan resign untuk fokus mengurus usaha anda tersebut.

Baca Juga: Mengenal 7 Bentuk Laporan Keuangan Perusahaan StartUp

2. Pengecakan Stok Barang Secara Rutin dan Berkala

Usaha yang maju adalah usaha yang alur stoknya jelas dan tidak ada ketimpangan antara kondisi fisik dan data yang anda punyai. Usaha apapun itu wajib melakukan pengendalian dan pengecekan stok. Bagaimana dengan usaha kuliner?

Usaha kuliner pun juga tetap wajib menerapkan cara ini. Bahan mentah dan juga barang jadi harus ada data perkiraan dan juga data realnya agar semua bisa terkontrol dengan baik. Dengan begitu perkembangan yang ada akan bisa anda ketahui dan bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran selanjutnya.

Tanpa adanya pengelolaan stok barang yang baik, lama kelamaan tanpa anda sadari usaha anda akan terus mengalami penurunan sehingga menyebabkan kerugian. Terlebih lagi jika anda sudah mempunyai karyawan, anda wajib mengajarkan kejujuran dan juga tanggung jawab terhadap pengelolaan stok, keuangan dan hal – hal lainnya. Karena untuk mencari karyawan yang jujur dan bertanggung jawab itu susah.

3. Bagian Akunting Sebaiknya Tidak Dicampur Dengan Bagian Pembayaran (Kasir)

Kedua komponen ini seringkali kurang diperhatikan, padahal pengaruhnya cukup besar terhadap perkembangan keuangan setiap usaha. Jangan dikira meskipun sama – sama dalam hal keuangan bisa dicampur adukkan. Kekacauan keuangan biasanya diawali dari kedua komponen ini. Jika keuangan akunting dicampur adukkan dengan keuangan di kasir akan mengacaukan keuangan secara keseluruhan.

Pasalnya jika bagian kasir dicampurkan bagian akunting akan sangat beresiko terjadinya penyalahgunaan dan manipulasi laporan keuangan. Di laporan ada datanya, namun kenyataannya keuangan tidak ada, selanjutnya untuk menutupinya digunakanlah keuangan kasir yang penting lolos pengecekan terlebih dahulu.

Kebiasaan inilah yang nantinya akan tumbuh dan berkembang, sehingga akan menimbulkan resiko merugi. Solusi yang paling tepat adalah pisahkan kedua bagian tersebut dan selalu berpegang teguh dengan kedisiplinan. Saya yakin dengan begitu usaha anda memiliki peluang yang baik untuk berkembang pesat dikemudian hari.

4. Mengalokasikan Sebagian Gaji Bulanan Untuk Memperkuat Modal

Bagi anda yang bekerja sambil menjalankan bisnis, sebenarnya sangat menguntungkan, apalagi kalau dua – duanya bisa berjalan dengan baik, pastinya akan sangat membantu perkembangan usaha anda. Gunakanlah 30 persen dari gajimu untuk alokasi penambah modal. Idealnya segitu ya, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.

Dengan begitu anda bisa belajar bagaimana rasanya menjadi seoarang pekerja di tempat anda bekerja dan juga bagaimana rasanya menjadi pemilik di tempat usaha yang kini sedang anda rintis. Pengalaman inilah yang nantinya akan menjadi bekal berharga. Jadi di kemudian hari saat anda punya banyak karyawan, pastinya sudah paham bagaimana memperlakukan karyawan yang baik demi kemajuan usaha yang anda miliki.

Dapat diambil kesimpulan bahwa artikel mengenai tips mengatur keuangan usaha yang sudah diulas secara detail dan juga dikemas dengan menarik, diharapkan bisa membantu memudahkan anda dalam mempelajari serta memahaminya lebih dalam lagi.

Sehingga nantinya bisa anda gunakan sebagai bahan referensi anda ketika memulai usaha dan menambah wawasan baru. Sampai disini dulu artikel kali ini yang membahas mengenai tips mengatur keuangan usaha. Semoga bermanfaat bagi sobat sekalian dan terima kasih sudah meluangkan sedikit waktu untuk membaca artikel saya ini. Baca Juga: Tujuan dan Fungsi Manajemen Keuangan Untuk Aktivitas Perusahaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *